
FUSION 2k16 2016
Fusion 2k16 merupakan acara tahunan yang dilaksanakan oleh UKM SPORA FMIPA UNEJ. Acara ini yang pertama kali diadakan oleh ukm spora pada kepengurusan 2016/2017. Fusion adalah Futsal competiton tingkat SMP-sederajat
Come and join Fusion 2k17 in next Year !!
PREPARE YOUR TEAM !!
ini adalah beberapa foto-foto para pantia dan pemenang pada acara FUSION 2k16
Come and join Fusion 2k17 in next Year !!
PREPARE YOUR TEAM !!
POPDA XI JEMBER 2016
Kabupaten Jember menjadi tuan rumah dalam penyelenggaraan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XI Jawa Timur yang akan diselenggarakan pada 1-6 November 2016. Pemkab Jember melalui Kantor Pemuda dan Olahraga (Kanpora) telah mneyiapakan segala kebutuhan dan keperluan yang akan digunakan dalam penyelenggaraaan POPDA XI ini. Penyelenggaraan POPDA XI ini didasarkan pada Undang-undang No. 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional dan juga Surat Gubernur Jawa Timur Nomor: 426/26880/109/2015 tanggal 30 Desember 2015 tentang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) ke-XI Provinsi Jawa Timur, bahwa Kabupaten Jember diberi kepercayaan sebagai Tuan Rumah Penyelenggaraan.
Berdasarkan data dari Kanpora Jember, sebanyak 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur akan turut andil memperebutkan posisi juara dalam penyelenggaraan ini. Terdapat 14 cabang olahraga (cabor) yang menjadi arena untuk memperebutkan posisi juara. 14 cabor tersebut di antaranya adalah atletik, bulutangkis, bola basket, bola voli, gulat, karate, panahan, pencak silat, renang, senam, sepak bola, sepak takraw, tenis lapangan, dan tenis meja.
Pembukaan POPDA XI sendiri akan dilaksanakan pada Selasa, 1 November 2016 pukul 10.00 WIB bertempat di GOR PKPSO Kaliwates Jember. Acara pembukaan ini nanti akan dihadiri oleh Gubernur Jawa Timur, Bupati dan jajaran Muspida Jember, Kepala Dinas Kepemudaan dan Keolahragaan Jawa Timur, dan Ketua dan Perwakilan Kontingan masing-masing Kabupaten/Kota se-Jawa Timur.
Untuk venue pertandingan sendiri terdapat 16 tempat yang akan menjadi tempat bertanding, yaitu Stadion Universitas Jember (Atletik), GOR Bulutangkis Argopuro (Bulutangkis), GOR Basket Garuda (Bola Basket), GOR PKPSO (Bola Voli), Roxy Square (Gulat), Stadion Notohadinegoro (Panahan), GOR SMPN 7 Jember (Pencak Silat), Kolam Renang Kebonagung (Renang), Gedung Serba Guna Jember (Senam), Lapangan Sepakbola SECABA Sukorejo, Lapangan Sepakbola Yonif 509, Stadion JSG (Sepakbola), Lapangan Tenis GOR PKPSO Kaliwates (Tenis Lapangan, dan Aula Dinas Pendidikan (Tenis Meja). Sedangkan untuk cabor Karate dan Sepak Takraw yang direncakan akan menggunakan GOR Joko Tole dan GOR SMAK St. Paulus, akan dipindah ke United Futsal.
Dengan diikuti oleh 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur, masing-masing kontingan akan mengirimkan rata-rata sebanyak 150 atlet, sehingga total keseluruhan mencapai lebih dari 6000 atlet. Untuk Kabupaten Jember, sebagai tuan rumah akan mengirimkan sebanyak 204 atlet yang tersebar di 14 cabor.
Selain itu, Kanpora Jember telah bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Jember untuk menyiapkan 38 sekolah (SD, SMP, SMA) yang tersebar di Kecamatan Sumbersari, Kecamatan Kaliwates, dan Kecamatan Patrang untuk menjadi Kampung Atlet. Di samping itu terdapat sebanyak 15 sekolah yang menjadi tempat menginap para atlet dari 15 kabupaten/kota peserta.
Bupati Jember, dr. Hj. Faida, MMR, berharap penyelenggaraan POPDA XI Jawa Timur ini bisa berjalan dengan lancar dan semua bisa terfasilitasi dengan baik, mengingat Jember tahun ini tampil sebagai tuan rumah. “Target kita bisa masuk lima besar. Untuk persiapannya, besok kita akan sidak di masing-masing tempat sambil kita pantau untuk dilengkapi, termasuk untuk Kampung Atlet di sekolah-sekolah,” terang Bupati Faida, Jumat (28/10/2016).
Untuk POPDA XI ini, Kabupaten Jember menggunakan maskot hewan banteng Meru Betiri yang merupakan hewan khas Jember. Diharapkan penyelenggaraan POPDA XI ini akan menjadikan ‘Jember Baru, Jember Bersatu, dan Jember Luar Biasa’. (*f3)
Untuk POPDA XI ini, Kabupaten Jember menggunakan maskot hewan banteng Meru Betiri yang merupakan hewan khas Jember. Diharapkan penyelenggaraan POPDA XI ini akan menjadikan ‘Jember Baru, Jember Bersatu, dan Jember Luar Biasa’. (*f3)
sumber : https://jemberkab.go.id/jember-siap-jadi-tuan-rumah-popda-xi/
Studi Banding with UKM MACO PSSI 2016
Selamat siang para pembaca :v
alhamdulilah pada tanggal 16 oktober 2016 salah satu Proker dari infokom sendiri ( Pengurus Blog ini ) sudah terlaksanakan yaitu studi banding a.k.a Sharing sharing santai . Studi banding ini dilakukan dengan pengurus UKMO fakultas lain untuk sharing-sharing tentang kepengurusan , event event yang telah mereka lakukan atau event kita, dan lain-lain. Sharing pertama ini sharing dengan UKMO MACO dari program studi PSSI yang bertempat di Ormawa FMIPA tepatnya diruang UKM SPORA.
Pada acara sharing kali ini dibahas tentang kepengurusan / bagaimana cara mengurus anggota, rekrutmen anggota, acara SISFO ( acara besar dari UKMO MACO ) dan lain - lain .
Ternyata UKMO maco yang baru berdiri pada bulan lalu memiliki sistematis yang unik dan berbeda dengan UKM SPORA. UKM MACO tidak ada namanya diklat untuk menjadi anggota ataupun pengurus. hanya saja ada pemilu untuk ketua umumnya saja. Kemudian untuk Pengurusnya langsung direkrut tanpa adanya diklat diklat . Banyak perbedaan dari UKMO MACO dari UKM SPORA.
Itu saja mungkin salah satu perbedaan dengan ukm kita, yang ingin tanya tanya perbedaan lainnya silakan komen saja :v .
Ini Cindramata /oleh ole dari UKM MACO untuk ukm spora
Beberapa dokumentasi dengan UKM MACO :
alhamdulilah pada tanggal 16 oktober 2016 salah satu Proker dari infokom sendiri ( Pengurus Blog ini ) sudah terlaksanakan yaitu studi banding a.k.a Sharing sharing santai . Studi banding ini dilakukan dengan pengurus UKMO fakultas lain untuk sharing-sharing tentang kepengurusan , event event yang telah mereka lakukan atau event kita, dan lain-lain. Sharing pertama ini sharing dengan UKMO MACO dari program studi PSSI yang bertempat di Ormawa FMIPA tepatnya diruang UKM SPORA.
Pada acara sharing kali ini dibahas tentang kepengurusan / bagaimana cara mengurus anggota, rekrutmen anggota, acara SISFO ( acara besar dari UKMO MACO ) dan lain - lain .
Ternyata UKMO maco yang baru berdiri pada bulan lalu memiliki sistematis yang unik dan berbeda dengan UKM SPORA. UKM MACO tidak ada namanya diklat untuk menjadi anggota ataupun pengurus. hanya saja ada pemilu untuk ketua umumnya saja. Kemudian untuk Pengurusnya langsung direkrut tanpa adanya diklat diklat . Banyak perbedaan dari UKMO MACO dari UKM SPORA.
Itu saja mungkin salah satu perbedaan dengan ukm kita, yang ingin tanya tanya perbedaan lainnya silakan komen saja :v .
Ini Cindramata /oleh ole dari UKM MACO untuk ukm spora
Beberapa dokumentasi dengan UKM MACO :
5 Tips Membina Kekompakan Anggota sebuah Organisasi
Dalam kamus bahasa Indonesia dikatakan bahwa organisasi adalah kumpulan
orang-orang yang berjualan demi mendapatkan sesuatu perkumpulan. Hal ini
juga senada dengan apa yang diterjemahkan oleh orang Jepang tentang
definisi organisasi tersebut yaitu sebuah wadah gabungan dari berbagai
kekuatan untuk mewujudkan kekuatan yang lebih hebat dalam mencapai
tujuan tertentu.
Adalah sebuah terjemahan yang sangat pleksibel namun bisa dikatakan sulit untuk merealisasikan tujuan akhirnya yaitu mendapatkan sesuatu perkumpulan yang kuat, kompak dan harmonis.
Keharmonisan dalam organisasi itu memang sangat sulit untuk diwujudkan ,yang terkadang hanya disebabkan oleh sebuah perbedaan, padahal sebuah perbedaan bisa dijadikan sebagai sumber persatuan jika dikemas dengan kekompakan. Banyak kegagalan yang dijumpai dalam sebuah organisasi yang faktor utamanya adalah tidak adanya kekompakan dalam tubuh organisasi tersebut..
Namun juga bukanlah hal yang mudah dalam membina kekompakan ini, perlu adanya usaha keras yang cukup memakan banyak tenaga dan pikiran, karena rambut boleh sama tetapi ide tetap berbeda.
Dalam kesempatan kali ini saya menawarkan beberapa langkah dalam upaya membina kekompakan anggota, terlepas apakah para pembaca setuju dengan saya atau tidak, tapi ini adalah sebuah teori yang sudah banyak diaflikasikan dan mendapatkan hasil yang memuaskan.
1. Persamaan visi misi
Dalam organiasasi sangatlah diperlukan adanya visi dan misi yang jelas, sehingga anggota dengan sendirinya akan dipersatukan oleh visi dan misi itu sendiri, bagaimanapun juga visi dan misi dalam sebuah organisasi adalah pondasi utama yang sangat menentukan kelanggengan organisasi di masa yang akan datang. Jika dalam individu anggota sudah memilki visi misi yang sama, maka akan sangat mudah untuk dipersatukannya. Harun Nasuton sendiri mengatakan “persamaan darah tidak menjamin sebuah persatuan, namun persamaan visi dan misilah yang menyatukan kita”.
2. fair dan saling percaya
Keterbukaan dan saling mempercayai sesama anggota sangatlah mungkin untuk membentuk kekompakan anggota, karena seringkali keretakan anggota terjadi hanya karena misunderstanding, tidak ada kejelasan yang pasti dalam menerima sebuah informasi atau dalam menyelesaikan seuah konflik yang akhirnya selalu menimbulkan kecurigaan sesama anggota.
3. Kerjasama, komunikasi dan konflik
Keharmonisan dalam berorganisasi tentunya sangat erat ketergantungannya dengan jiwa kerjasama, komunikasi dan konflik. Segalanya memang perlu pembiasaan, jika ingin memiiki anggota yang kompak, maka asas bekerjasama harus terus dibakar dalam tiap individu anggota, jangan pernah melihat kadar berat ringannya perbuatan tersebut, karena bagaimanapun juga dalam kehidupan berorganisasi segalanya harus dipikul bersama, meskipun sejatinya perkara tersebut bisa dilaksanakan sendiri.
Komunikasi sesama anggota juga sangat dibutuhkan, jiwa kebersaaan akan tumbuh subur dalam individu anggota jika komunikasai terus berjalan, meskipun hanya sekadar say hello!. Juga dalam memandang konflik biasanya semua orang selalu memakai kacamata negative, seolah-olah dalam konflik itu tidak akan menghasilkan sisi positif, padahal jika para anggota terlebih lagi pemimpinnya mampu mengemas konfik itu dengan kemasan yang baik, maka konflik tersebut bukan akan mendatangkan keretakan, namun sebaliknya ; mempererat persatuan dan membina kekompakan, sebagaimana konflik yang biasa terjadi dalam percintaan, jika pandai mengemasnya, maka konfik itu laksana bumbu-bumbu penyedap cinta, bukanlah kerikil-kerikil penghambat cinta.
4. Dukungan dan Ikatan hati
Kekompakan anggota akan efektif jika sesama mereka memiliki ikatan hati yang kuat, satu sama lain saling menghormati, menasihati dan berjuang bersama demi kemajuan organisasinya. Namun apa yang akan terjadi jika sesama anggota saling menghina dan menjatuhkan, jangankan kekompakan, persatuanpun rasanya akan sulit untuk digalang bersama. Ikatan hati yang kuat sesama anggota akan sangat mudah mencapai kemajuan.
Dukungan dari setiap anggota juga sangat berpengaruh, karena dalam oragnisasi juga bisa dianalogikan seperti sebuah bangunan semuanya harus saling menguatkan dan mendukung, Jika ada satu tiang yang roboh, maka bangunan tersebut tidak akan bisa berdri tegak sebagaimana idealnya sebuah bangunan yang kokoh. Tak ubahnya dengan organisai, segala pihak saling terkait. Dan ini sesuai dengan yang dipaparkan oleh bangsa Jepang mengenai definisi organisasi.
5. kepemimpinan yang layak
Point yang saya letakkan pada posisi terakhir, bukanlah untuk meremehkan, namun untuk lebih mengutamakan, saya memakai teori pyramid terbalik, semakin kebawah semakin meruncing alias semakin urgen.
Orang tua adalah cermin anak di masa yang akan datang, begitu juga pemimpin adalah cermin anggotanya di masa yang akan datang. Dengan steatmen seperti ini sudah jelas tentunya bahwa kekompakan anggota juga bisa dipupuk dari kepriadian sang pemimpinnya, jika sang pemimpin memiliki jiwa social yang tinggi, komunikatif, agresif dan progresif maka kekompakan anggota akan sangat mudah dibina.
Jika para pembaca mencermati dari semua poin yang telah saya jelaskan satu persatu, maka akan sangat jelas bahwa semuanya kembali lagi kepada pemimpinnya. Seorang pemimpin dituntut untuk memiliki strategi yang ampuh demi mewujudkan kekompakan anggotanya, bagaimana caranya agar semua anggota bisa memiliki satu visi dan misi, bagaimana caranya agar anggota saling percaya, saling mendukung dan memiliki ikatan hati yang kuat.
Menurut saya di antara karakter pemimpin yang ideal itu adalah pemimpin yang peka dengan keadaan anggota, selalu memberikan motifasi dan inisiator (banyak ide-ide baru).
Dengan adanya tuntutan ini, Penulis tidak bermaksud menghantui para pemimpin, namun ingin mengajak para pemimpin BUMBATA (buka mata buka telinga) dan untuk lebih jeli dalam membina kekompakan anggotanya. Karena kesuksesan dan kaberkahan itu berada dalam kekompakan dan persatuan.
Adalah sebuah terjemahan yang sangat pleksibel namun bisa dikatakan sulit untuk merealisasikan tujuan akhirnya yaitu mendapatkan sesuatu perkumpulan yang kuat, kompak dan harmonis.
Keharmonisan dalam organisasi itu memang sangat sulit untuk diwujudkan ,yang terkadang hanya disebabkan oleh sebuah perbedaan, padahal sebuah perbedaan bisa dijadikan sebagai sumber persatuan jika dikemas dengan kekompakan. Banyak kegagalan yang dijumpai dalam sebuah organisasi yang faktor utamanya adalah tidak adanya kekompakan dalam tubuh organisasi tersebut..
Namun juga bukanlah hal yang mudah dalam membina kekompakan ini, perlu adanya usaha keras yang cukup memakan banyak tenaga dan pikiran, karena rambut boleh sama tetapi ide tetap berbeda.
Dalam kesempatan kali ini saya menawarkan beberapa langkah dalam upaya membina kekompakan anggota, terlepas apakah para pembaca setuju dengan saya atau tidak, tapi ini adalah sebuah teori yang sudah banyak diaflikasikan dan mendapatkan hasil yang memuaskan.
1. Persamaan visi misi
Dalam organiasasi sangatlah diperlukan adanya visi dan misi yang jelas, sehingga anggota dengan sendirinya akan dipersatukan oleh visi dan misi itu sendiri, bagaimanapun juga visi dan misi dalam sebuah organisasi adalah pondasi utama yang sangat menentukan kelanggengan organisasi di masa yang akan datang. Jika dalam individu anggota sudah memilki visi misi yang sama, maka akan sangat mudah untuk dipersatukannya. Harun Nasuton sendiri mengatakan “persamaan darah tidak menjamin sebuah persatuan, namun persamaan visi dan misilah yang menyatukan kita”.
2. fair dan saling percaya
Keterbukaan dan saling mempercayai sesama anggota sangatlah mungkin untuk membentuk kekompakan anggota, karena seringkali keretakan anggota terjadi hanya karena misunderstanding, tidak ada kejelasan yang pasti dalam menerima sebuah informasi atau dalam menyelesaikan seuah konflik yang akhirnya selalu menimbulkan kecurigaan sesama anggota.
3. Kerjasama, komunikasi dan konflik
Keharmonisan dalam berorganisasi tentunya sangat erat ketergantungannya dengan jiwa kerjasama, komunikasi dan konflik. Segalanya memang perlu pembiasaan, jika ingin memiiki anggota yang kompak, maka asas bekerjasama harus terus dibakar dalam tiap individu anggota, jangan pernah melihat kadar berat ringannya perbuatan tersebut, karena bagaimanapun juga dalam kehidupan berorganisasi segalanya harus dipikul bersama, meskipun sejatinya perkara tersebut bisa dilaksanakan sendiri.
Komunikasi sesama anggota juga sangat dibutuhkan, jiwa kebersaaan akan tumbuh subur dalam individu anggota jika komunikasai terus berjalan, meskipun hanya sekadar say hello!. Juga dalam memandang konflik biasanya semua orang selalu memakai kacamata negative, seolah-olah dalam konflik itu tidak akan menghasilkan sisi positif, padahal jika para anggota terlebih lagi pemimpinnya mampu mengemas konfik itu dengan kemasan yang baik, maka konflik tersebut bukan akan mendatangkan keretakan, namun sebaliknya ; mempererat persatuan dan membina kekompakan, sebagaimana konflik yang biasa terjadi dalam percintaan, jika pandai mengemasnya, maka konfik itu laksana bumbu-bumbu penyedap cinta, bukanlah kerikil-kerikil penghambat cinta.
4. Dukungan dan Ikatan hati
Kekompakan anggota akan efektif jika sesama mereka memiliki ikatan hati yang kuat, satu sama lain saling menghormati, menasihati dan berjuang bersama demi kemajuan organisasinya. Namun apa yang akan terjadi jika sesama anggota saling menghina dan menjatuhkan, jangankan kekompakan, persatuanpun rasanya akan sulit untuk digalang bersama. Ikatan hati yang kuat sesama anggota akan sangat mudah mencapai kemajuan.
Dukungan dari setiap anggota juga sangat berpengaruh, karena dalam oragnisasi juga bisa dianalogikan seperti sebuah bangunan semuanya harus saling menguatkan dan mendukung, Jika ada satu tiang yang roboh, maka bangunan tersebut tidak akan bisa berdri tegak sebagaimana idealnya sebuah bangunan yang kokoh. Tak ubahnya dengan organisai, segala pihak saling terkait. Dan ini sesuai dengan yang dipaparkan oleh bangsa Jepang mengenai definisi organisasi.
5. kepemimpinan yang layak
Point yang saya letakkan pada posisi terakhir, bukanlah untuk meremehkan, namun untuk lebih mengutamakan, saya memakai teori pyramid terbalik, semakin kebawah semakin meruncing alias semakin urgen.
Orang tua adalah cermin anak di masa yang akan datang, begitu juga pemimpin adalah cermin anggotanya di masa yang akan datang. Dengan steatmen seperti ini sudah jelas tentunya bahwa kekompakan anggota juga bisa dipupuk dari kepriadian sang pemimpinnya, jika sang pemimpin memiliki jiwa social yang tinggi, komunikatif, agresif dan progresif maka kekompakan anggota akan sangat mudah dibina.
Jika para pembaca mencermati dari semua poin yang telah saya jelaskan satu persatu, maka akan sangat jelas bahwa semuanya kembali lagi kepada pemimpinnya. Seorang pemimpin dituntut untuk memiliki strategi yang ampuh demi mewujudkan kekompakan anggotanya, bagaimana caranya agar semua anggota bisa memiliki satu visi dan misi, bagaimana caranya agar anggota saling percaya, saling mendukung dan memiliki ikatan hati yang kuat.
Menurut saya di antara karakter pemimpin yang ideal itu adalah pemimpin yang peka dengan keadaan anggota, selalu memberikan motifasi dan inisiator (banyak ide-ide baru).
Dengan adanya tuntutan ini, Penulis tidak bermaksud menghantui para pemimpin, namun ingin mengajak para pemimpin BUMBATA (buka mata buka telinga) dan untuk lebih jeli dalam membina kekompakan anggotanya. Karena kesuksesan dan kaberkahan itu berada dalam kekompakan dan persatuan.
Langganan:
Postingan
(
Atom
)












